Kamis, 23 Juli 2015

Makkah Hujan


26 Juli 2014
Pukul 19.30 waktu Makkah Al-Mukarramah
Malam 29 Ramadhan 1435

Allahumma Shayyiban Naafi’an
Sekitar pukul 18.30 menjelang berbuka puasa, Makkah hujan... masya Allah ..
Aku sedang tilawah Al-Qur’an dikamar hotel, sedang asyik membaca tiba-tiba terdengar suara gluduk, suara yang tidak biasa didengar dikota ini. Awalnya tidak percaya dengan yang apa yang kudengar tapi ternyata semakin sering dan semakin besar suaranya. Ku lihat TV yang ada dikamar tiba-tiba mati #jreenngg..
Ada apa ini... huwaahh
Tidak berapa lama TV itu nyala kembali. Alhamdulillah ucapku.
Stasiun TV yang menyiarkan suasana Masjidil Haram bernama Al-Qur’anul Kariim. Ku lihat Makkah Hujan..
Masya Allah
Orang-orang di Masjidil Haram menengadahkan tangannya keatas, memohon, merayu, berdoa kepada Allah. Khusyuk.. Haru..
Hujan tidak menyurutkan orang-orang untuk thawaf, tidak menyurutkan jamaah untuk mendirikan shalat maghrib berjamaah didepan ka’bah atau dilantai tiga Masjidil Haram yang tidak ada atap nya. Masya Allah..
Makkah Hujan..
Pemandangan yang pertama kali kulihat selama aku berada di Saudi sejak 16 Juli lalu
Allahumma Shayyiban Naafi’an


Makkah, 28 Ramadhan 1435 H
Dainur Pribadi Carnadi


Haramain


Rabu, 30 Juli 2014
Pukul 07.22 waktu Makkah Al-Mukarramah

Hari ini aku dan rombongan umrah akan kembali ke tanah air Indonesia, meninggalkan tanah haram Makkah. Meninggalkan sejuta perasaan yang membekas dihati dan jiwa.
Pukul 10 nanti dijadwalkan keberangkatan kami dari hotel Mira Ajyad, letak nya tidak jauh dari Masjidil Haram. Sebelum meninggalkan tanah haram disunahkan untuk melaksanakan tawaf wada (tawaf perpisahana). Entah akan menjadi pandangan terakhir melihat ka’bah atau akan bertemu kembali, semoga bukan yang terakhir...
Setelah rombongan umrah melakukan tawaf wada dan packing barang-barang bawaan, pakaian ataupun oleh-oleh untuk sanak saudara di Indonesia, kami berjalan keluar hotel menuju bis. Langkah kaki ku bergetar seperti tidak ingin meninggalkan kota ini. Aaahh tapi mau tidak mau – suka tidak suka aku harus meninggalkan kota ini, karena passport ku hanya untuk ibadah umrah saja.
Bis ‘Rowahil’ nama bis yang akan mengantarkan kami menuju King Abdul ‘Aziz International Airport di Jeddah, kira-kira perjalanan dari Makkah ke Jeddah memakan waktu 1 jam perjalanan.  Sebelum ke bandara, rombongan diajak ke Masjid ‘Terapung’ (orang Indonesia menyebutnya) padahal nama masjid itu bernama Masjid Al-Rahmah yang letaknya berada ditepi Laut Merah.
Sesampainya di King Abdul ‘Aziz International Airport kami menggunakan pesawat Garuda Airlines untuk terbang menuju Indonesia, perjalanan selama kurang lebih 9 jam menuju Soekarno Hatta International Airport.


Ya Allah jangan ini yang terakhir...
Jangan ini yang terakhir..
Undang aku kembali ya Allah
Ke dua tanah haram ini
Makkah Al-Mukarramah dan Madinah Al-Munawwarah

Terimalah
Rahmatilah
Ridhoilah amal ibadah kami selama bulan ramadhan ini ya Allah, selama di haramain ;’)
Semoga menjadi Umrah Maqbul, aamiin


Makkah, 1435 H/2014 M
Dainur Pribadi Carnadi