Sabtu, 07 Mei 2011

Sepenggal kisah

Hari itu…
langit membiru, begitu terasa sendu, bumi seakan menangis menyaksikan..

Kala itu…
Saat malaikat turun menghantarkan rahmat Illahi..
Kurasakan desiran hebat dihati ini, membuat ku tak berdaya..
Kawan… Kini kalian disini, bersamaku..
Tapi tempat ini begitu hening tanpa kata yang terucap, hanya tatapan cinta dan hati kita yang berbicara..
Sungguh pilu..
Tak ingin ini terjadi..
Kami tau betul, setiap pertemuan ada perpisahan..
Tapi sungguh, ini begitu berat terasa, membuat tulang-tulang ini terasa lemas berguguran..
Tiba-tiba, tangis itu pecah dikeheningan kata..
Tak sanggup lagi menahan, pelukan hangat dan tangis kehilangan menghiasi tempat ini, ungkapan-ungkapan cinta terlontarkan penuh makna..

“Kawan… jangan lupakan kami, jangan lupakan sejarah cinta kita yang telah digoreskan dengan tinta emas ini, teruskan perjuangan…” ucap salah satu sahabatku

Ooohhh.. makin teriris hati ini, bibir ku terasa kelu, tak dapat berucap apa-apa..
Hanya tangis ku yamg makin bergemuruh sesak..
Ku coba kuatkan hati, mulai mengatur irama tangisku, menata kembali hati yang berserakan ini..
Ku atur alunan nafasku, ku sapu air mata yang mengucur deras, tak tau seperti apa wajahku saat ini.. biarlah..
Kucoba untuk berucap..
ku kerahkan seluruh tenaga yang masih tersisa, ku gapai tangan sahabat-sahabatku, ku pegang erat seakan tak ingin terlepas..
seakan tak mau berpisah..
Kuyakinkan diri, ini bukanlah akhir dari segalanya..

“Suatu saat nanti, entah kapan.. kita kan dipertemukanNya kembali, dalam naungan cintaNya, yang telah menyatukan hati-hati kita, yang telah mengikatnya erat. Yakinlah, cinta yang kini kita rasakan berlandaskan cinta karenaNya, yang diridhoiNya. Dan berdoalah semoga kita dipertemukanNya dalam surga firdausNya kelak..” ucapku

Perlahan hujan itu mereda
Terlihat pancaran indah matahari mengiringi senyum kita..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar