Akhir November 2012
silam, tepatnya tanggal 24 November mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Arab
UNJ angkatan 2011 berkunjung ke sebuah Pusat Kajian Hadis yang berlokasi di Komp. Masjid Baitul Mughni Jl. Gatot Subroto Kav. 26, Kuningan Jakarta, Indonesia. Kunjungan ini dalam rangka
mata kuliah hadis dan bertujuan untuk belajar langsung kepada ulama hadis yaitu
Dr. Ahmad Lutfi Fathullah, M.A. yang merupakan direktur Pusat Kajian Hadis
tersebut.
Pusat Kajian Hadis
(PKH) Jakarta ini merupakan wadah dan media untuk mengkaji dan menyebarluaskan
hadis-hadis Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. Dan didirikan dalam
rangka ikut menjaga kemurnian ajaran Islam terutama yang bersumber dari hadis
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam.
Acara diawali dengan
tilawah Alquraan yang dibacakan oleh salah satu mahasiswa JBSA UNJ kemudian
sambutan dari dosen mata kuliah hadis yaitu Dr. Aceng Rahmat, M.Pd. Selanjutnya
masuk ke acara inti yaitu diskusi bersama Dr. Ahmad Lutfi Fathullah, M.A. yang dimoderatori
oleh M. Husni Latif Mubarok yang merupakan mahasiswa JBSA UNJ.
Dr. Ahmad Lutfi
Fathullah, M.A. yang biasa disapa ustadz Lutfi memulai diskusi ini dengan
menjelaskan materi dasar ilmu hadis. Hadis adalah
semua yang dinisbatkan kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassallam,
baik perkataan, perbuatan, persetujuan dan sifat baginda, juga yang dinisbatkan
kepada Sahabat dan Tabi'in.
Sumber hadis yaitu:
1. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam
2. Sahabat. Sahabat adalah mereka yang bertemu dengan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam dalam keadaan mu’min dan meninggal dalam keadaan mu’min.
3. Tabi’in. Tabi’in adalah mereka yang bertemu dengan sahabat nabi dalam keadaan beriman dan meninggal dalam keadaan beriman.
Unsur hadis dibagi
menjadi dua yaitu Sanad dan Matan. Sanad adalah rangkaian
periwayatan hadis. Dalam pembahasan hadis, kritik sanad termasuk kajian yang
mendapat perhatian lebih dari para kritikus hadis karena begitu urgensinya
sanad dalam kajian hadis. Adapun urgensi sanad tersebut adalah pertama, hadis sebagai salah satu
sumber ajaran
Islam. Kedua, tidak seluruh hadis tertulis pada zaman Nabi. Ketiga, munculnya pemalsuan hadis. Dan Keempat,
proses penghimpunan hadis
yang cukup lama. Pada kajian hadis yang dibutuhkan
adalah sanadnya dan pada kajian Fiqh yang dibutuhkan adalah matannya.
Kemudian beliau meminta
seluruh peserta diskusi untuk menyebutkan hadis yang dihafal, satu orang
menyebutkan satu hadis yang tidak boleh sama dengan temannya, beliau ingin mengetahui
berapa banyak kita hafal hadis-hadis. Cukup banyak peserta yang menyebutkan
dari hadis arba’in. Dari test tersebut ada beberapa orang menyebutkan hadis
yang telah disebutkan oleh temannya. Diskusi pun memasuki sesi tanya jawab,
inilah saatnya para peserta bertanya langsung kepada sumber ilmunya. Peserta terlihat
sangat antusias mengikuti diskusi ini dengan banyaknya pertanyaan yang diutarakan
kepada ustadz Luthfi.
Disela-sela penjabaran
yang disampaikan ustadz Lutfhi mengenai hadis, beliau pun memeperkenalkan
produk=produk Pusat Kajian Hadis, seperti perpustakaan Islam Digital, Alquraan
Al-Hadi, CD, DVD Interaktif dan buku-buku yang ditulis oleh beliau, diantaranya
buku 40 Hadis Keutamaan Dzikir &
Berdzikir, Jalan Santri
Menjadi Ulama, Fiqh Khitan
Perempuan, Hadits-hadits
Lemah & Palsu, dan buku Pahala & Keutamaan Haji, Umrah, Ziarah, dan buku-buku
lainnya.
Rasanya bahagia sekali
mendapatkan ilmu yang banyak tentang hadis, terlebih belajarnya langsung dari
sumber ilmunya, yaitu ulama hadis Dr. Ahmad Luthfi Fathullah yang merupakan
lulusan dari Damascus University (S1), Jordan University (S2), dan University Kebangsaan Malaysia (S3). Diakhir acara, beliau memberikan
kenang-kenangan untuk Jurusan Bahasa dan Sastra Arab UNJ berupa software
Perpustakaan Islam Digital. Acara ditutup dengan berdoa bersama yang pimpin
langsung oleh ustadz Lutfhi dan diakhiri dengan foto bersama. Semoga kunjungan
ini dapat memberikan banyak menfaat bagi kami mahasiswa Bahasa dan Sastra Arab
UNJ dan semoga silaturrohiim terus terjalin dengan baik, aamiin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar