Selasa, 08 Januari 2013

KUNJUNGAN KE PUSAT STUDI HADIS KH. Dr. AHMAD LUTHFI, M.A


Akhir November 2012 silam, tepatnya tanggal 24 November mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Arab UNJ angkatan 2011 berkunjung ke sebuah Pusat Kajian Hadis yang berlokasi di Komp. Masjid Baitul Mughni Jl. Gatot Subroto Kav. 26, Kuningan Jakarta, Indonesia. Kunjungan ini dalam rangka mata kuliah hadis dan bertujuan untuk belajar langsung kepada ulama hadis yaitu Dr. Ahmad Lutfi Fathullah, M.A. yang merupakan direktur Pusat Kajian Hadis tersebut.

Pusat Kajian Hadis (PKH) Jakarta ini merupakan wadah dan media untuk mengkaji dan menyebarluaskan hadis-hadis Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. Dan didirikan dalam rangka ikut menjaga kemurnian ajaran Islam terutama yang bersumber dari hadis Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam.

Acara diawali dengan tilawah Alquraan yang dibacakan oleh salah satu mahasiswa JBSA UNJ kemudian sambutan dari dosen mata kuliah hadis yaitu Dr. Aceng Rahmat, M.Pd. Selanjutnya masuk ke acara inti yaitu diskusi bersama Dr. Ahmad Lutfi Fathullah, M.A. yang dimoderatori oleh M. Husni Latif Mubarok yang merupakan mahasiswa JBSA UNJ.

Dr. Ahmad Lutfi Fathullah, M.A. yang biasa disapa ustadz Lutfi memulai diskusi ini dengan menjelaskan materi dasar ilmu hadis. Hadis adalah semua yang dinisbatkan kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassallam, baik perkataan, perbuatan, persetujuan dan sifat baginda, juga yang dinisbatkan kepada Sahabat dan Tabi'in.

Sumber hadis yaitu:
1. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam
2. Sahabat. Sahabat adalah mereka yang bertemu dengan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam  dalam keadaan mu’min dan meninggal dalam keadaan mu’min.
3. Tabi’in. Tabi’in adalah mereka yang bertemu dengan sahabat nabi dalam keadaan beriman dan meninggal dalam keadaan beriman.


Unsur hadis dibagi menjadi dua yaitu Sanad dan Matan. Sanad adalah rangkaian periwayatan hadis. Dalam pembahasan hadis, kritik sanad termasuk kajian yang mendapat perhatian lebih dari para kritikus hadis karena begitu urgensinya sanad dalam kajian hadis. Adapun urgensi sanad tersebut adalah pertama, hadis sebagai salah satu sumber ajaran Islam. Kedua, tidak seluruh hadis tertulis pada zaman Nabi. Ketiga, munculnya pemalsuan hadis. Dan Keempat, proses penghimpunan hadis yang cukup lama. Pada kajian hadis yang dibutuhkan adalah sanadnya dan pada kajian Fiqh yang dibutuhkan adalah matannya.

Kemudian beliau meminta seluruh peserta diskusi untuk menyebutkan hadis yang dihafal, satu orang menyebutkan satu hadis yang tidak boleh sama dengan temannya, beliau ingin mengetahui berapa banyak kita hafal hadis-hadis. Cukup banyak peserta yang menyebutkan dari hadis arba’in. Dari test tersebut ada beberapa orang menyebutkan hadis yang telah disebutkan oleh temannya. Diskusi pun memasuki sesi tanya jawab, inilah saatnya para peserta bertanya langsung kepada sumber ilmunya. Peserta terlihat sangat antusias mengikuti diskusi ini dengan banyaknya pertanyaan yang diutarakan kepada ustadz Luthfi.

Disela-sela penjabaran yang disampaikan ustadz Lutfhi mengenai hadis, beliau pun memeperkenalkan produk=produk Pusat Kajian Hadis, seperti perpustakaan Islam Digital, Alquraan Al-Hadi, CD, DVD Interaktif dan buku-buku yang ditulis oleh beliau, diantaranya buku 40 Hadis Keutamaan Dzikir & Berdzikir, Jalan Santri Menjadi Ulama, Fiqh Khitan Perempuan, Hadits-hadits Lemah & Palsu, dan buku Pahala & Keutamaan Haji, Umrah, Ziarah, dan buku-buku lainnya.

Rasanya bahagia sekali mendapatkan ilmu yang banyak tentang hadis, terlebih belajarnya langsung dari sumber ilmunya, yaitu ulama hadis Dr. Ahmad Luthfi Fathullah yang merupakan lulusan dari Damascus University (S1), Jordan University (S2), dan University Kebangsaan Malaysia (S3). Diakhir acara, beliau memberikan kenang-kenangan untuk Jurusan Bahasa dan Sastra Arab UNJ berupa software Perpustakaan Islam Digital. Acara ditutup dengan berdoa bersama yang pimpin langsung oleh ustadz Lutfhi dan diakhiri dengan foto bersama. Semoga kunjungan ini dapat memberikan banyak menfaat bagi kami mahasiswa Bahasa dan Sastra Arab UNJ dan semoga silaturrohiim terus terjalin dengan baik, aamiin.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar