Selasa, 20 November 2012

Nuliiiiiiiss :D

Banyak ko orang yang bilang nulis itu cuma buang-buang waktu, kerjaannya di depan laptoooop mulu, kurang kerjaan, heuuu g tau aja dia,haha

Padahal menulis itu penting banget, orang yang suka nulis itu otomatis mesti banyak menerima dan menyerap energi kebaikan, ibarat teko dia membutuhkan asupan yang banyak untuk memberi, kalau teko nya kosong trus apa dong yang akan dia beri, naah makanya menulis itu sangat berkorelasi dengan kegiatan membaca, menonton, jalan-jalan dan lain-lain. karena dari situ dia bisa mendapatkan asupan ilmu untuk kemudian di berikan lewat tulisan.

Sadar g sih kalau kita tuh sekarang lagi menghadapi yang namanya perang, tapi kebanyakan kita g ngerasa, mw tau ga perang apa? perang itu adalah perang pemikiran atau bisa disebut juga ghozwul fikri. Lewat apa? lewat media bro, hmm makanya penting banget ni pemuda muslim bisa megang media, media Islam yang dapat memberitakan secara imbang dan tentunya sesuai dengan syariat Islam. Mesti berani juga ngangkat isu-isu yang lagi panas.

Satu lagi tahukah kamu bahwa pelaut wanita pertama di Indonesia dan pelaut wanita pertama di DUNIA itu berasal dari Indonesia? Sejarah mencatat nama besar seorang pahlawan perempuan yaitu LAKSAMANA MALAHAYATI. Ia adalah seorang Laksamana perang perempuan yang memimpin lebih kurang 1000 orang pasukan Inong Balee (satu-satunya pasukan yang terdiri dari kaum perempuan) dengan gagah berani.
Kenalkah kita dengan RADEN AJENG KARTINI? siapa yang tidak kenal dengan beliau dan perjuangannya, bahkan hari ini kita memperingati jasa beliau sebagai hari Kartini.

Kenapa kita lebih banyak mengenal ibu Kartini? karena beliau menulis, yang hingga hari ini tulisannya begitu fenomenal, judul buku itu "Habis gelap terbitlah terang".

Diri kita akan kembali kepada Alloh, karena memang begitu sunatullahnya, setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati, TAPI tulisan, pemikiran dan karya kita akan selalu ada, akan selalu dikenang oleh banyak orang, meski kita telah tiada.

Semoga tulisan-tulisan kita dapat bermanfaat untuk banyak orang dan perjuangan Islam. aamiin :)

Senin, 05 November 2012

Resume Buku


RESUME BUKU MEMBINA ANGKATAN MUJAHID
Pengarang: Sa’id Hawwa


Al-Islamu Ya’lu wa La Yu’la ‘Alaih
(Islam itu tinggi dan tidak ada yang melebihi ketinggiannya)

Marilah kita amati kata-kata Ustadz Hasan Al-Banna sehubungan dengan tarbiyah yang merupakan sebagian dari alam pemikirannya.
“Pendidikan dan pembinaan umat, memperjuangkan prinsip-prinsip nilai dan pencapaian cita-cita sesungguhnya memerlukan pertisipasi seluruh umat, atau paling tidak sekelompok dari mereka, yakni memperjuangkan tegaknya:
·         Kekuatan jiwa yang besar, yang dimenifestasikan dalam bentuk tekad yang kuat dan tegar.
·         Kesetiaan yang utuh, bersih dari sikap lemah dan munafik.
·         Pengorbanan yang suci, yang tidak diperdayakan oleh sifat tamak dan bakhil.
Selain itu juga mengetahui, meyakini dan menjunjung tinggi prinsip yang menjamin terpeliharanya diri dari kesalahan, penyelewengan, bujuk rayu dan tipu daya.”

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari Muslim, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda kepada Hudzaifah.
“Hendaklah kamu komitmen bersama jamaah kaum muslimin dan imamnya.”

Salah satu prinsip dasar yang tidak boleh diabaikan oleh seorang muslim adalah bahwa umat Islam harus mempunyai jamaah dan imam. Menegakkan hukum Islam merupakan kewajiban bagi setiap muslim, maka hal itu menuntut adanya sebuah jamaah yang bekerja untuk memperjuangkannya.
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam telah mewariskan kepada kita Al-Quraan, As-Sunnah, contoh aplikasinya dan produk yang dihasilkan dari ilmu dan amal. Proses menghidupkan Islam menyangkut juga hal-hal berikut:
a.       Fiqih Dusturi ( Fiqih Negara ), memformat kehidupan islam dengannya.
b.      Fiqih Niqabah ( Sistem Perserikatan Dagang ), berbagai masalah kongsi dagang harus berangkat dari fiqih islam dalam pelaksanaanya.
c.       Qawanin ( Undang-undang ), baik menyangkut undang-undang sipil, kriminal, personal, negara, niaga atau lainnya.
d.      Sistem Rumah Tangga Islami
e.       Mengembalikan dinamika kehidupan umat islam, untuk menegakkan risalah islam, agar kalimat Allah menjadi yang tertinggi dibumi ini.
Menghidupkan Islam ini adalah menghidupkan sistem nilai Islam, baik secara global maupun sektoral.
Kita hendaknya memahami permasalahan dakwah kita. Kita harus pandai mendakwahkannya. Pembicaraan tentang ruh, jiwa, hati, kebutuhan hati kan dinamika, kebutuhan jiwa akan kebersihan dan kebutuhan ruh akan pengabdian yang ikhlas kepada Allah. Kita harus memahami kapasitas intelektual orang yang kita ajak bicara.

Tangung jawab terbesar kita adalah melakukan tajdid ( pembaruan ) dan naql ( alih generasi ). Yakni pembaruan ajaran Islam dan proses perubahan terhadap pribadi muslim dari satu kondisi ke kondisi yang lain dan perubahan umat Islam dari satu fase ke fase yang lain.
Tingkatan amal dan tujuan yang dituntut dari seorang yang tulus adalah:
  1. Perbaikan diri sendiri/individu: menjadi orang yang kuat fisiknya, kokoh akhlaknya, luas wawasannya, mampu mencari penghidupan, selamat akidahnya, benar ibadahnya, pejuang bagi dirinya sendiri, penuh perhatian akan waktunya, rapi urusannya dan bermanfaat bagi orang lain.
  2. Pembentukan keluarga muslim/rumah tangga
  3. Bimbingan masyarakat/masyarakat muslim
  4. Pemerintahan: memperbaikinya sehingga menjadi pemerintah islam yang baik.
  5. Daulah Islamiyah: daulah yang meminpin negara-negara Islam dan menghimpun ragam kaum muslimin.
  6. Tegaknya Daulah dan Khilafah Islamiyah: semua negara Islam harus bebas dari cengkeraman kekuasaan asing
  7. Dunia seluruhnya hanya tunduk kepada Allah Ta’ala: daulah islamiyah itu mengibarkan panji-panji jihad dan dakwah, sehingga dunia seluruhnya akan menjadi berbahagia dengan ajaran-ajaran Islam.
Tentang Sarana untuk mewujudkan tujuan tersebut adalah:
  1. Sarana pada tujuan pertama: sarana untuk membentuk pribadi muslim ini ada tiga, yaitu: murabbi (pembina), manhaj (sistem) dan lingkungan yang sehat.
  2. Sarana pada tujuan yang kedua: terwujudnya rumah tangga muslim, harus memberikan perhatian yang besar terhadap persoalan rumah tangganya.
  3. Sarana pada tujuan ketiga: terwujudnya masyarakat muslim, terdiri dari tiga tahap, yaitu: ta’rif (pengenalan), takwin (pembinaan) dan tanfidz (penerapan).
  4. Sarana pada tujuan keempat: menegakkan pemerintahan Islam di setiap negeri. Ustadz Hasan Al-Banna lebih mendahulukan kekuatan akidah, iman, persatuan dan ikatan hati sebelum kekuatan lainnya.
  5. Sarana pada tujuan kelima: terwujudnya negara Islam inti. Menegakkan sebuah negara Islam yang besar, yang memiliki kekuatan pengaruh dalam bidang politik, ekonomi, dan teknologi di sebagian besar wilayah bumi, atau di negara yang memiliki wilayah teritorial luas.
  6. Sarana pada tujuan keenam: menegakkan negara Islam yang tunggal atau menegakkan negara kesatuan Islam yang menghimpun seluruh negara Islam yang tunduk dibawah satu pucuk pimpinan pusat dan diketuai oleh seoarang imam. Sarananya yaitu melangkah diatas mukadimah yang benar, yakni tegaknya kaidah-kaidah yang benar, yang dari sanalah Islam diberbagai wilayah bertolak.
  7. Sarana pada tujuan ketujuh: menegakkan negara Islam internasional yang berkah dan rahmatnya menaungi semua bangsa di dunia. Sarananya yaitu beraktivitas terus menerus yang sesuai dan layak untuk memastikan bahwa dunia akan menerima dakwah ini.
Tahapan-tahapan Dakwah:
1.      Ta’rif: menyebarkan fikrah Islam di tengah masyarakat. Sistem dakwah untuk tahapan ini adalah sistem kelembagaan
2.      Takwin: melakukan seleksi terhadap anasir positif untuk memikul beban jihad dan untuk menghimpun berbagai bagian yang ada.
3.      Tanfidz: jihad, tanpa kenal sikap plin plan, kerja terus menerus untuk menggapai tujuan akhir dan kesiapan menanggung cobaan dan ujian yang tidak mungkin bersabar atasnya kecuali orang-orang yang tulus.

Risalah Ta’alim dan Sendi-sendi Pembentukan Pribadi Islami
  1. Fahm (pemahaman): yakin bahwa fikrah kita adalah ‘fikrah islamiyah yang bersih’.
  2. Ikhlas: akhul muslim dalam setiap kata, aktivitas dan jihadnya harus dimaksudkan semata-mata untuk mencari ridha Allah dan pahala-Nya, tanpa mempertimbangkan aspek kekayaan, penampilan, pangkat, gelar, kemajuan atau keterbelakangan.
  3. Amal (aktivitas): buah dari ilmu dan keikhlasan
  4. Jihad: sebuah kewajiban yang hukumnya tetap hingga hari kiamat.
  5. Tadhiyah (pengorbanan): pengorbanan jiwa, harta, waktu, kehidupan dan segala sesuatu yang dipunyai oleh seseorang untuk meraih tujuan.
  6. Taat: menunaikan perintah dengan serta merta, baik dalam keadaan sulit maupun muda, saat bersemangat maupun malas.
  7. Tsabat (keteguhan): seorang hendaknya senantiasa bekerja sebagai mujahid dijalan yang mengantarkan pada tujuan, betapapun jauh jangkauannya dan lama masanya hingga bertemu dengan Allah dalam keadaan yang tetap demikian.
  8. Tajarrud (kemurnian): membersihkan pola pikir dari prinsip nilai dan pengaruh individu yang lain, karena ia adalah setinggi-tinggi dan selengkap-lengkap fikrah.
  9. Ukhuwah (persaudaraan): terikatnya hati dan ruhani dengan ikatan aqidah. Aqidah adalah sekokoh-kokoh dan semulia-mulianya ikatan.
  10. Tsiqah (kepercayaan): rasa puasnya seorang tentara atas komandannya, dalam hal kapasitas kepemimpinannya maupun keikhlasannya, dengan kepuasan mendalam yang menghasilkan perasaan cinta, penghargaan, penghormatan dan ketaatan.

Sabtu, 07 Juli 2012

Sabar


Ku pejamkan mata
Kuberjalan menyusurinya
Perlahan

Kurasakan nyeri  ditelapak dan pergelangan kakiku
Batu-batu, kerikil dan tanah itu
Tapi aku tetap melajutkan perjalanan
Ku tetap percaya dan mendengarkan arahan-arahan itu

Panjang
Sakit
Penuh onak, batu, kerikil dan berbagai macam hal yang hampir-hampir membuatku menyerah
Menyerah dan ingin lari kebelakang
Aaahh....
ku harus bertahan
Bersabar

Perjalanan ini memang sangat panjang
Bersabarlah atas rasa sakit yang kini dirasakan
Karena sesungguhnya kita sedang menuju tempat yang indah

Ku buka mata

Kulihatnya begitu indah

Rasa sakit itu kini terbayar sudah 

Minggu, 17 Juni 2012

Senyum itu


Senyum itu senyum penuh makna
Senyum penuh bahasa
Bahasa kasih sayang

Walau hanya sebuah senyuman singkat
Tapi manis terasa
Seperti embun yang menetes bening dihati ini

Tatapan itu tatapan penuh arti
Tatapan penuh cinta
Walau hanya sesaat
Seakan berbicara

Membuat hati ini..
Bahagia..

Hari Pertama Kuliah


Bismillah
Saat itu kutulis kisah ini pada Senin 31 agustus 2009 pukul 14.59 WIB
Hari Pertama ku Kuliah di UNJ Rawamangun

Pukul 07.50 saya sudah sampai dikampus UNJ Rawamangun. Niatnya mau ke kosan dulu karena membawa barang yang tidak mungkin dibawa ke kelas. Berat. 
Dipintu belakang UNJ saya bertemu dengan ka Latifah seangkatan tapi beliau aslinya angkatan 07, telah melalang buana selama 2 tahun  ini. Saya telah menolak untuk ditemani kekosan karena masuk mata kuliah jam pertama, 08.00 WIB. Akhirnya ditemani juga, tak ada teman katanya, maklum masuk kuliah hari pertama. 

Keluar sudah dari gerbang UNJ belakang, yang dikenal pintu Labschool, jalan raya begitu ramai, biasalah pagi-pagi dimanapun memang begitu, hari senin pagi pula, hari pertama masuk kerja setiap pekannya. Ka Latifah mengajak untuk nyebrang langsung tanpa jembatan penyebrangan, buru-buru katanya. Saya menolak, selain tidak aman ini merupakan pesan mama untuk nyebrang menggunakan jembatan. Penyebrangan pertama kami masih selamat walaupun diklakson-klakson oleh mobil dan motor. heboh. Pada penyebrangn kedua, arus kendaraan terlihat lebih ramai dan cepat, kami mulai menyebrang, ka Latifah yang menuntun. Saya punya filling sesuatu nih

Praangg..
*salah salah, itu suara piring pecah :P

Kami tertabrak..
Tertabrak motor, kami terjatuh plus pengendara tersebut. Alhamdulillah.. ALLAH masih memberikan kami kesempatan untuk hidup. Ka Latifa cidera di bagian kepala, tangan dan betis. Saya benar-benar shock..
ALLAH… hamba takut terjadi apa-apa dengan ka Latifah dan pengendara motor itu, pengendara motor itu sengaja menjatuhkan motor nya ketika tepat di samping kami (klo dibola kya di LADING TEKEL gt, haha bener g y tulisannya :P ). Seandainya tidak, mungkin kami telah tertabrak dengan dahsyat bahkan terseret jauh atau terjadi kecelakaan beruntun.. naudzubillah..
Alhamdulillah.. ALLAH masih sangat sayang kepada kami, saya tidak tahu apakah bapak-bapak itu mengalami cedera atau tidak. Yang terlihat, papan nomor motornya terlepas, sepatu saya dua-duanya terlepas di TKP, tepat dibawah motor tersebut. Saya hanya cidera di siku tangan kanan. bengkak. Tak separah ka latifah, beliau berdarah dikepala sebelah kiri, lecet di siku kanan, bengkak di betis :(
Ya Rabb maafkan hamba..
Kami dimarahi sedikit oleh pengendara motor itu dan beberapa warga, kami bersalah banget Ya ALLAH, ini salah kami yang cukup nakal. nyesel.  Jangan dicontoh. cukuplah kami ya teman2.. ^_^

Kembalinya ke UNJ, kami langsung menuju poliklinik UNJ, mengaret sedikit masuk kuliah, padahal hari pertama. Yang ada dipikiran kami adalah periksa. Khawatir terjadi apa-apa dengan kepala ka Latifah. Poliklinik buka jam 10.00 WIB. Sedangkan ketika itu jam masih menunjukkan pukul 09.00 kurang. Kami putuskan untuk masuk kuliah, pelajaran istima untuk kelas A. setelah selesai saya baru tahu kalau saya masuk ke kelas B. Salah masuk kelas rupanya. Akhirnya jam selanjutnya saya tidak masuk kelas, Karena kelas saya masuk mata kuliah istima. 

Kami kembali lagi ke poliklinik ditemani Nuura, tapi ternyata dokter umumnya belum datang, udah gitu tidak ada dokter umum akhwat alias wanita. Kembali ke FBS, saya mencoba beranikan diri untuk bertanya ke kakak kelas ikhwan.. ka Farid namanya angkatan 08, fiuh.. bisa juga.. diutuslah ka Sarah untuk menemani kami ke KSR, semacam PMR UNJ. Diperiksa dan diobati. Alhamdulillah luka kami berdua tidak begitu parah…

Pelajaran yang amat berharga… ^___^

Indahnya Ukhuwah


Tentang sebuah persaudaraan
Persaudaraan Islam
Ukhuwah Islamiyah..

Persaudaraan memberi sebuah keoptimisan
Motivasi untuk tetap istiqomah..

Berjuang bersama
Saling mengingatkan dalam kebaikan
Saling menguatkan dikala diri rapuh tak berdaya.

Inilah indahnya sebuah persaudaraan yang dilandasi cinta karenaNya
Persaudaraan yang dipenuhi bunga-bunga cinta 
Dan disejukkan dengan hembusan kata-kata cinta
Cinta yang senantiasa bersemi di hati-hati kami

Rindu masa-masa berjuang bersama
Rindu melepas suka maupun duka
Rindu ketika mendiskusikan kondisi ladang-ladang dakwah yang masih butuh perhatian ekstra…

Sahabat perjuangan,,
Jangan pernah menyerah dan jangan pernah menyesal karena kita telah memilih jalan ini
Jalan yang sepi lagi terjal penuh rintangan. 

Senantiasa barukan niat kita 
Agar tak hilang orientasi dan lupa tujuan.

Ladang dakwah ini masih perlu digarap
Tetap semangat saudari-saudariku
Kalian bagaikan anak panah yang siap diluncurkan demi satu tujuan.

ILLAHI ROBBI.
KUATKAN KAMI
ISTIQOMAHKAN KAMI
LURUSKAN NIAT KAMI

Agar senantiasa ENGKAU ridhoi dan rahmati…
Agar senantiasa kami rasakan indahnya jatuh cinta..

Indahnya persaudaraan islam..
Ukhuwah islamiyah

Kosan


Ku coba tuk telusuri kembali  jejak jejak yang pernah ku goreskan disini
Tak banyak berubah…
Menghadirkan kembali memori itu..
Memutar video masa lalu..
Sambil sesekali tersenyum..

Siang itu…
Bagaikan langit sore..
Mendung.. 
Sesekali angin menyentuh halus jilbabku..
Sejak kemarin hingga hari ini Jakarta gerimis..
Membuatku semakin rindu…

Kusisiri jalan gang-gang kecil itu..
Menuju sebuah rumah kecil di dekat kampus..
Hingga sampailah aku disebuah kos kosan ..
Ku kembangkan senyum..
Ku tapaki satu demi satu anak tangga..
Ooohhhh…  makin berdebar hatiku

Hmm..
Ku ingin nikmati hujan disini…

Rabb…
Sampaikan salam rindu ku untuk mereka.. ^^

*Kosan Cah Ayu

Minggu, 03 Juni 2012

Syukur


Waktu terus berjalan, meninggalkan goresan goresannya. Tanpa pernah berdaya aku untuk menghentikan, menunda atau bahkan memutar ulang setiap episode-episode kehidupan.

Suasana pagi hari ini tampak begitu lengang dan sepi, yang terdengar hanya suara deruman kendaraan bermotor dan angin yang menerbangkan debu dan sampah dijalanan.
Ku masih juga disini, berdiri seorang diri, di halte tempatku biasa menanti bis yang akan mengantarkanku menuju kampus tercinta untuk menuntut ilmu.
Perasaan bosan mulai merasuki pikiranku, rasa kantuk pun menggelayuti kelopak mata yang tadi malam hanya tidur selama 2 jam lantaran mengerjakan tugas kuliah, Sistem Kebut Semalam. Sesekali kudesahkan nafas panjang, berjalan mondar-mandir. Menanti dirinya yang tak kunjung datang.
“haaa lama sekali” keluhku
Waktu sudah menunjukkan pukul 7.30 sedangkan kuliahku masuk jam 8.00, maka kuputuskan untuk naik bis jurusan lain, yaa walaupun harus menyambung angkot lagi nanti, tapi biarlah yang penting aku segera sampai kekampus.
Ku berjalan setengah berlari mengejar bis berwarna merah itu
hup...
Ku naiki tangga demi tangga bis dengan nafas yang masih memburu hebat, mata ku pun mencari-cari bangku kosong yang belum berpenghuni, pandanganku jatuh pada bangku barisan kedua dari depan, segera ku menyongsongnya dengan cepat, khawatir kesambar orang.
“Alhamdulillah bisa dapet duduk” ucapku, masih dengan nafas yang terengah-engah dan kucoba untuk atur irama nafasku.
“Alhamdulillah”
Terdengar suara lembut itu berasal dari bangku sebelah, dia kembangkan senyum melihatku, aku pun membalas senyumannya. Seorang gadis muda yang sepertinya sebaya denganku. Wajahnya begitu teduh dan senyumannya begitu menentramkan.
“Segala Puji bagi Allah yang menciptakan sebaik-baik bentuk” batinku
Kami pun berkenalan, berbagi cerita. Hanyut dalam diskusi panjang yang menyenangkan.
Namanya Ratna, dia seorang mahasiswi semester 8 disebuah universitas negeri di Depok tak jauh dari kampusku. Universitas Impian kata beberapa teman kampusku. Umur kami pun tidak terpaut jauh, hanya beda 2 tahun.
Aku begitu kagum dengan ka Ratna, dia cantik, cerdas, berwibawa dan murah senyum. Kata-kata yang keluar dari bibirnya begitu mengagumkan, dia mampu mempengaruhi siapa saja yang dia ajak bicara.
Aku iri melihat ka Ratna, dia begitu perfect. Laki-laki mana yang tidak suka padanya. Walau sangat cantik, ka Ratna tidak mengumbar-ngumbar auratnya, dia tutupi dengan pakaian takwa, tanda kehormatan seorang wanita. Jilbabnya begitu rapi menutup seluruh tubuhnya, kecuali muka dan telapak tangan.
Bis pun melaju kencang dengan gagahnya menerobos guyuran hujan yang baru saja turun membasahi kota Depok.
Kupamit pada ka Ratna untuk turun duluan, kami berjabat tangan dan saling tersenyum. Sikapnya begitu hangat.
Lepas turun dari bis, ku naik angkot menuju kampus, jam sudah menunjukkan pukul 08.15. Aku telat lagi.
Selama diangkot aku baru sadar kenapa tadi tidak meminta nomor HP ka Ratna ya, bagaimana ku bisa menghubunginya. Semoga bisa bertemu dengannya kembali di lain waktu.

***


Beberapa hari kemudian...
Kali ini aku sengaja untuk naik bis merah itu lagi, berharap bisa bertemu dengan ka Ratna. Ku lemparkan pandangan menyapu setiap wajah-wajah yang ada di hadapanku, tak ku jumpai sosoknya di bis pagi ini.
Ku cari bangku didekat jendela, tempat favorit setiap penumpang menurut ku. Karena di dekat jendela banyak sisi kehidupan yang bisa kita saksikan. Selain bisa melihat indahnya alam kita pun dapat menyaksikan kehidupan anak-anak jalanan, orang-orang yang berjuang mempertahankan hidup di tengah kerasnya kehidupan, dan kehidupan-kehidupan lainnya yang banyak memberikan pelajaran dan inspirasi. Inilah salah satu nikmat yang dirasakan oleh orang-orang yang hobi nya jalan-jalan sepertiku. 
Ditengah ku sedang menikmati pemandangan yang ada dibalik jendela, tiba-tiba mataku tertuju pada seorang perempuan yang berjalan dengan terseok-terseok menggunakan tongkat untuk menyangga tubuhnya, dia hanya memiliki satu kaki. Sosoknya makin jelas dipandanganku dan sepertinya aku tidak asing dengan wajahnya. Kulihat ia menaiki bis yang kutumpangi, ku perjelas penglihatanku, dan dapat ku pastikan, itu ka Ratna.
“Assalaamu’alaikum ka Ratna” ku sapa dirinya
“Wa’alaikumussalaam warohmatullaah” jawabnya sambil tersenyum
Ku ajak ia duduk disamping ku, sambil membantunya untuk duduk dan menaruh tongkatnya dibawah bangku. Seperti biasa, wajahnya penuh semangat dan ceria.
Walau aku baru bertemu dengan ka Ratna sekali, tapi aku merasa begitu dekatnya dengannya, inilah ruh-ruh yang diakrabkan oleh iman, saudara semuslimku
“Ga nyangka y kita bisa ketemu lagi..” ucapnya ramah
“Iya ka Alhamdulillaah” ujarku
“Kamu kaget ga ngeliat aku seperti ini?” tanya nya
“eh..emm iii iya ka” jawabku gugup, tidak menyangka ka Ratna bertanya seperti itu
“Aku begini sejak SMA Han, waktu itu aku mengalami kecelakaan motor yang menyebabkan salah satu kaki ku harus diamputasi. Awalnya aku begitu terpuruk melihat kondisi ku saat itu. Perasaan kesal, ingin marah dan semua harapan serta mimpi-mimpi ku rasanya sirna, sirna karena aku tak memiliki satu kaki. Aku sering menangis dan menyesali diri mengapa ini terjadi padaku.” Ucapnya dengan suara yang bergetar
“Tapi ternyata banyak orang-orang yang menghiburku, teman-teman, adik kelas dan guru-guru di SMA yang terus memberiku semangat. Tidak ada yang menjauh, terlebih orang tua dan keluarga ku terus memotivasi dan membantu aku untuk bangkit kembali, Alhamdulillah dari ini semua aku belajar untuk bersyukur atas semua nikmat yang telah diberikan Alloh untukku. Benar saja ketika kita bersyukur maka Alloh akan menambahkan nikmat-nikmatNya, setelah lulus dari SMA aku masuk di Fakultas Kedokteran di universitas idaman hampir seluruh siswa disekolah ku, menjadi mahasiswa berprestasi, dan kini beasiswa Jepang telah menantiku setelah lulus nanti dari Fakultas Kedokteran, serta nikmat-nikmat lainnya yang tak terhitung yang didapatkan oleh ku dan tidak didapatkan orang lain. Alloh memang tak pernah mendzolimi hambaNya. Keterbatasan ini tidak membatasi ku untuk melakukan aktivitas, bahkan aku tambah semangat untuk memberikan manfaat yang sebanyak-banyaknya bagi orang-orang disekitarku.” Lanjutnya penuh semangat
Aku benar-benar terenyuh mendengar kisah ka Ratna, beliau sangat tegar menghadapi persoalan hidup yang dialaminya. Awal bertemu ka Ratna tak sedikit pun kulihat di wajahnya yang memendam kisah sepahit ini, tak ada wajah muram karena tidak memiliki satu kaki, matanya menunjukkan tatapan yang optimis dan penuh percaya diri, bentuk kesyukurannya yang ia buktikan kepada Alloh yang Maha Penyayang.
Terlebih seharusnyalah aku yang harus banyak-banyak bersyukur, aku masih memiliki dua pasang kaki untuk berjalan, dua tangan untuk memberi dan membantu sesama, dua buah bola mata untuk melihat tanda-tanda kebesaranNya, dua lubang hidung untuk menikmati oksigen yang Alloh kasih gratis untuk setiap hamba-hambaNya, satu buah mulut untuk memujiNya dan masih banyak nikmat-nikmat lainnya yang Alloh berikan untukku. Tapi aku sering mengeluh dan tak pandai bersyukur.

Maka tidak ada yang membuatku tidak pede atau membatasi ku untuk menunjukkan potensi dan prestasiku, aku harus percaya diri untuk melakukan kebaikan-kebaikan, aku harus membuktikan rasa syukur ku pada Alloh, biarkanlah trauma dimasa kecil menjadi kenangan dan pelajaran berharga untukku.
Dari ka Ratna aku belajar banyak hal, pelajaran hidup yang membuat ku makin hidup, Ka Ratna seperti seorang kakak, sahabat sekaligus pendidik bagiku.
Semoga Alloh meridhoi ukhuwah kita ^_^

Senin, 14 Mei 2012

Resume Buku Fiqih Da'wah


Bismillah wal Hamdulillah wash Shalatu was Salamu ‘Ala Rasulillah wa ‘Ala Aalihi wa Ashhabihi wa Man waalah, wa ba’d

Bulan ini Alhamdulillaah mendapatkan kesempatan untuk kembali membuat resume buku, dan kali ini yang akan diresume adalah buku “Fiqih Da’wah, Maudhu’at fi ad-Da’wa al-Harakah” yang ditulis oleh Ustadz Sayyid Quthb.

Pada buku Fikih Dakwah ini akan kita dapati beberapa point-point penting yaitu, pertama Alquraan Sebagai Pedoman Dakwah, kedua Ibadah, ketiga Perang Uhud, keempat Doktrin Pergerakan dalam Sejarah Manusia, kelima Bentuk Konsep Gerakan Islam Langkah-langkahnya dan Tingkatannya, keenam Puncak Gerakan, ketujuh Batas Hubungan Terakhir Antara Masyarakat Islam dan Ahli Kitab, kedelapan Bekal Perjalanan.

Insyaa Allah disini yang akan diresume atau mungkin lebih tepatnya merangkum :D buku Fikih Da’wah pada bagian pertama dan kedua.

1. Alquraan Sebagai Pedoman Dakwah

Alquraan merupakan sebuah kitab dakwah. Yang memiliki ruh pembangkit. Yang berfungsi sebagai penguat. Yang menjadi tempat berpijak. Yang berperan sebagai penjaga, penerang dan penjelas. Yang merupakan suatu undang-undang dan konsep-konsep global. Dan merupakan tempat kembali satu-satunya bagi para penyeru dakwah dalam mengambil rujukan dalam melakukan kegiatan dakwah, dan dalam menyusun suatu konsep gerakan dakwah selanjutnya.

Alquraan memiliki potensi yang dinamis sebagaimana alam semesta ini. Alam merupakan kitab Allah yang dapat dilihat, sedangkan Alquraan merupakan kitab Allah yang dapat dibaca. Keduanya merupakan satu kesaksian dan bukti atas dzat Pencipta, sebagaimana keduanya merupakan wujud kreasi (ciptaan) di alam ini dengan segala rahasianya, yang senantiasa bergerak dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan apa yang telah ditentukan oleh Allah.

Dan Alquraan tetap berbicara pada keaslian dan hakikatnya, tidak pernah mengalami perubahan dan pergantian didalamnya. Karena itu Alquraan memiliki potensi besar dalam menghadapi kenyataan kehidupan sekarang dan masa akan datang.   

            Alquraan Sebagai Petunjuk. Sesungguhnya Alquraan ini merupakan pandangan yang dapat memberikan petunjuk dan merupakan rahmat yang melimpah ruah buat orang-orang yang mempercayainya. Dan kebaikan yang ditimbulkan oleh Alquraan secara menyeluruh akan tetap terjaga.

“Alquraan ini adalah merupakan bukti-bukti yang nyata dari Tuhanmu, (Juga sebagai) petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.”
(QS. Al-A’raf, 7:203)

Alquraan akan tetap menjadi naungan bagi segala usaha yang dilakukan oleh kaum Muslimin. Ini adalah berkat kebenaran kitab suci itu sendiri. Alquraan adalah satu-satunya sumber bimbingan dan penyuluhan melalui Alquraan itulah yang dapat menanti janji Allah untuk mewujudkan satu kemenangan dan sanggup mengatasi segala kemungkinan tipu daya yang memojokkan, baik berupa pembunuhan, peperangan ataupun kerusakan lainnya. Dan sekali Alquraan ini ada, selamanya akan tetap ada.

Kebenaran Alquraan dan Pandangan Ilmu Pengetahuan. Kebenaran Alquraan adalah kebenaran terakhir yang qath’i (pasti) dan mutlak. Sedangkan apa yang dicapai manusia dalam pembahasannya semata-mata hanyalah sebagai sarana baginya yang pada hakikatnya bukanlah merupakan “kebenaran akhir” dan bukan “kebenaran qath’i”.

Kasih Sayang Se-Akidah. Sesungguhnya akidah merupakan satu kesatuan dari ketentuan-ketentuan manusia yang prinsip yang dapat membedakannya dari alam binatang.


2. IBADAH

Ibadah Hanya Kepada Allah. Sesungguhnya tauhid uluhiyah (ketuhanan), tauhid Rububiyah (ketuhanan), tauhid qawamah (keteguhan, kekokohan), tauhid mashdar syari’ah (mentauhidkan sumber hukum) dan mentauhidkan arah yang mengharuskan manusia beragama dengan agama yang sempurna (Islam). Adalah menyebabkan para Rasul berhak diutus untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan dan dakwah demi untuk mewujudkan ketauhidan tersebut.

Bahwa katauhidan beribadah dan beragama kepada Allah semata, itu berarti menolak beribadah kepada selain Allah, yang memiliki konsekuensi besar agar ia melakukan usaha untuk memelihara manusia dari melakukan pengorbanan terhadap tuhan-tuhan paslu itu, dan agar ia dapat melakukan konsentrasi penuh untuk membangun bumi ini, juga memperbaiki dan meningkatkan taraf kehidupannya penghuni bumi ini.

Sebenarnya telah jelas ketentuan-ketentuan yang ditujukan oleh Alquraan secara global, bahwa permasalahan-permasalahan beragama dan mengikuti pencipta hukum yang menjelaskan mengenai ibadah adalah permasalahan Akidah, Iman dan Islam. Bukan permasalahan paham atau politik atau undang-undang.


Fikih Harakah dan Fikih Auraq (Fikih Pergerakan dan Fikih Stereotype). Dewasa ini orang-orang mengambil nash-nash dan hukum-hukum yang telah dibukukan, tanpa mengetahui kedua hakikat tersebut dan tanpa melihat situasi dan kondisi yang menyebabkan nash-nash itu diturunkan serta perkembangan hukum-hukumnya. Sedang hukum-hukum itu sendiri dihidupkan dan dipakai oleh orang-orang dalam pelaksanaannya.

Fikih Harakah (Fikih Pergerakan) secara mendasar berbeda sekali dengan Fikih Auraq (“Fikih Stereotype”, “Fikih Kerobot”), yang asal pengambilan dan tempat pijaknya secara bersama-sama adalah nash-nash, sedang fikih auraq hanya mengambil dari nash-nash yang ada.

Inilah satu-satunya jalan; tidak ada disana jalan lain, juga tidak ada disana jalan yang lebih mudah untuk melakukan perubahan/perombakan terhadap rakyat secara menyeluruh dengan Islam, sejak awal kemunculan dakwah dengan lisan dan dengan penjelasan hukum-hukum islam. Namun, ini hanyalah sebagai “cita-cita” belaka! Sebab, rakyat masih tetap tidak mau dirubah/dipindah/dibawa dari kejahiliyahan dan menyembah ssetan-setan, kepada Islam yang hanya menyembah Allah Yang Maha Esa, kecuali harus melalui jalan panjang yang didalamnya dakwah Islam tetap berjalan dan diserukan dalam setiap kesempatan.


“Yaitu, dimulai dari individu, lalu diikuti oleh generasi perintis/penerus. Generasi perintis/penerus ini kemudian bergerak menghadapi kejahiliyahan untuk membantu apa yang perlu dibantu, sehingga Allah menghukumi diantara mereka dan kaumnya dengan kebenaran, dan memberikan kemungkinan-kemungkinan kepada generasi perintis/penerus diatas bumi, dan kemudian

“Manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong.”
(QS. An-Nashr, 100:2)

Dan agama Allah itu merupakan konsep Syariat dan undang-undang yang tidak merelakan manusia beragama dengan selainnya:

“Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka ia tidak akan diterima (agama itu) daripadanya”
(QS. Ali Imran,3:85)
 _______________________________________________________

Alquraan dan Ash Sunnah merupakan pedoman kita dalam berdakwah. Alquraan sebagai petunjuk yang merupakan sumber ilmu pengetahuan, pendidkan dan pengarahan. Sehingga menjadi tempat kembali bagi penyeru dakwah dalam mengambil rujukan untuk melakukan kerja-kerja besar dakwahnya. Yang senantiasa dekat dengan Alquraan  membacanya, menekuninya, mentadaburinya dan mengamalkannya, sehingga lahirlah pribadi-pribadi tangguh yang Qurani. Dakwah kita menyeru manusia kepada tauhid, bahwa inti dari ajaran islam adalah mentauhidkan Allah, yaitu meng-ESA-kan Allah, beribadah hanya kepada Allah Ta’ala.

Allahu ghoyatuna
ArRasul qudwatuna
Alquraan dusturuna
Al jihadu sabiluna
Al mautu fisabilillaah

Semoga yang sedikit ini dapat bermanfaat dan dapat menjadi setruman untuk kita senantiasa belajar dan haus akan ilmu pengetahuan, berharap pembaca dapat membaca utuh buku yang dapat menginspirasi dan menggerakkan ini, baik dengan membelinya, meminjamnya maupun mencari E-booknya.
Wallaahu a’lam