Sabtu, 01 Desember 2012
Selasa, 20 November 2012
Nuliiiiiiiss :D
Banyak ko orang yang bilang nulis itu cuma buang-buang waktu, kerjaannya di depan laptoooop mulu, kurang kerjaan, heuuu g tau aja dia,haha
Padahal menulis itu penting banget, orang yang suka nulis itu otomatis mesti banyak menerima dan menyerap energi kebaikan, ibarat teko dia membutuhkan asupan yang banyak untuk memberi, kalau teko nya kosong trus apa dong yang akan dia beri, naah makanya menulis itu sangat berkorelasi dengan kegiatan membaca, menonton, jalan-jalan dan lain-lain. karena dari situ dia bisa mendapatkan asupan ilmu untuk kemudian di berikan lewat tulisan.
Sadar g sih kalau kita tuh sekarang lagi menghadapi yang namanya perang, tapi kebanyakan kita g ngerasa, mw tau ga perang apa? perang itu adalah perang pemikiran atau bisa disebut juga ghozwul fikri. Lewat apa? lewat media bro, hmm makanya penting banget ni pemuda muslim bisa megang media, media Islam yang dapat memberitakan secara imbang dan tentunya sesuai dengan syariat Islam. Mesti berani juga ngangkat isu-isu yang lagi panas.
Satu lagi tahukah kamu bahwa pelaut wanita pertama di Indonesia dan pelaut wanita pertama di DUNIA itu berasal dari Indonesia? Sejarah mencatat nama besar seorang pahlawan perempuan yaitu LAKSAMANA MALAHAYATI. Ia adalah seorang Laksamana perang perempuan yang memimpin lebih kurang 1000 orang pasukan Inong Balee (satu-satunya pasukan yang terdiri dari kaum perempuan) dengan gagah berani.
Kenalkah kita dengan RADEN AJENG KARTINI? siapa yang tidak kenal dengan beliau dan perjuangannya, bahkan hari ini kita memperingati jasa beliau sebagai hari Kartini.
Kenapa kita lebih banyak mengenal ibu Kartini? karena beliau menulis, yang hingga hari ini tulisannya begitu fenomenal, judul buku itu "Habis gelap terbitlah terang".
Diri kita akan kembali kepada Alloh, karena memang begitu sunatullahnya, setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati, TAPI tulisan, pemikiran dan karya kita akan selalu ada, akan selalu dikenang oleh banyak orang, meski kita telah tiada.
Semoga tulisan-tulisan kita dapat bermanfaat untuk banyak orang dan perjuangan Islam. aamiin
Padahal menulis itu penting banget, orang yang suka nulis itu otomatis mesti banyak menerima dan menyerap energi kebaikan, ibarat teko dia membutuhkan asupan yang banyak untuk memberi, kalau teko nya kosong trus apa dong yang akan dia beri, naah makanya menulis itu sangat berkorelasi dengan kegiatan membaca, menonton, jalan-jalan dan lain-lain. karena dari situ dia bisa mendapatkan asupan ilmu untuk kemudian di berikan lewat tulisan.
Sadar g sih kalau kita tuh sekarang lagi menghadapi yang namanya perang, tapi kebanyakan kita g ngerasa, mw tau ga perang apa? perang itu adalah perang pemikiran atau bisa disebut juga ghozwul fikri. Lewat apa? lewat media bro, hmm makanya penting banget ni pemuda muslim bisa megang media, media Islam yang dapat memberitakan secara imbang dan tentunya sesuai dengan syariat Islam. Mesti berani juga ngangkat isu-isu yang lagi panas.
Satu lagi tahukah kamu bahwa pelaut wanita pertama di Indonesia dan pelaut wanita pertama di DUNIA itu berasal dari Indonesia? Sejarah mencatat nama besar seorang pahlawan perempuan yaitu LAKSAMANA MALAHAYATI. Ia adalah seorang Laksamana perang perempuan yang memimpin lebih kurang 1000 orang pasukan Inong Balee (satu-satunya pasukan yang terdiri dari kaum perempuan) dengan gagah berani.
Kenalkah kita dengan RADEN AJENG KARTINI? siapa yang tidak kenal dengan beliau dan perjuangannya, bahkan hari ini kita memperingati jasa beliau sebagai hari Kartini.
Kenapa kita lebih banyak mengenal ibu Kartini? karena beliau menulis, yang hingga hari ini tulisannya begitu fenomenal, judul buku itu "Habis gelap terbitlah terang".
Diri kita akan kembali kepada Alloh, karena memang begitu sunatullahnya, setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati, TAPI tulisan, pemikiran dan karya kita akan selalu ada, akan selalu dikenang oleh banyak orang, meski kita telah tiada.
Semoga tulisan-tulisan kita dapat bermanfaat untuk banyak orang dan perjuangan Islam. aamiin
Senin, 05 November 2012
Resume Buku
RESUME
BUKU MEMBINA ANGKATAN MUJAHID
Pengarang:
Sa’id Hawwa
Al-Islamu
Ya’lu wa La Yu’la ‘Alaih
(Islam
itu tinggi dan tidak ada yang melebihi ketinggiannya)
Marilah kita amati kata-kata Ustadz Hasan Al-Banna
sehubungan dengan tarbiyah yang merupakan sebagian dari alam pemikirannya.
“Pendidikan dan
pembinaan umat, memperjuangkan prinsip-prinsip nilai dan pencapaian cita-cita
sesungguhnya memerlukan pertisipasi seluruh umat, atau paling tidak sekelompok
dari mereka, yakni memperjuangkan tegaknya:
·
Kekuatan jiwa
yang besar, yang dimenifestasikan dalam bentuk tekad yang kuat dan tegar.
·
Kesetiaan yang
utuh, bersih dari sikap lemah dan munafik.
·
Pengorbanan yang
suci, yang tidak diperdayakan oleh sifat tamak dan bakhil.
Selain itu juga
mengetahui, meyakini dan menjunjung tinggi prinsip yang menjamin terpeliharanya
diri dari kesalahan, penyelewengan, bujuk rayu dan tipu daya.”
Dalam sebuah hadits
yang diriwayatkan oleh Bukhari Muslim, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa
Sallam bersabda kepada Hudzaifah.
“Hendaklah
kamu komitmen bersama jamaah kaum muslimin dan imamnya.”
Salah satu prinsip
dasar yang tidak boleh diabaikan oleh seorang muslim adalah bahwa umat Islam
harus mempunyai jamaah dan imam. Menegakkan hukum Islam merupakan kewajiban bagi
setiap muslim, maka hal itu menuntut adanya sebuah jamaah yang bekerja untuk
memperjuangkannya.
Rasulullah Shallallahu
‘Alaihi wa Sallam telah mewariskan kepada kita Al-Quraan, As-Sunnah, contoh
aplikasinya dan produk yang dihasilkan dari ilmu dan amal. Proses menghidupkan
Islam menyangkut juga hal-hal berikut:
a. Fiqih Dusturi ( Fiqih Negara ),
memformat kehidupan islam dengannya.
b. Fiqih Niqabah ( Sistem
Perserikatan Dagang ), berbagai masalah kongsi dagang harus berangkat dari
fiqih islam dalam pelaksanaanya.
c. Qawanin ( Undang-undang ), baik
menyangkut undang-undang sipil, kriminal, personal, negara, niaga atau lainnya.
d. Sistem
Rumah Tangga Islami
e. Mengembalikan
dinamika kehidupan umat islam, untuk menegakkan risalah islam, agar kalimat
Allah menjadi yang tertinggi dibumi ini.
Menghidupkan Islam ini
adalah menghidupkan sistem nilai Islam, baik secara global maupun sektoral.
Kita hendaknya memahami
permasalahan dakwah kita. Kita harus pandai mendakwahkannya. Pembicaraan
tentang ruh, jiwa, hati, kebutuhan hati kan dinamika, kebutuhan jiwa akan
kebersihan dan kebutuhan ruh akan pengabdian yang ikhlas kepada Allah. Kita
harus memahami kapasitas intelektual orang yang kita ajak bicara.
Tangung jawab terbesar
kita adalah melakukan tajdid ( pembaruan ) dan naql ( alih
generasi ). Yakni pembaruan ajaran Islam dan proses perubahan terhadap pribadi
muslim dari satu kondisi ke kondisi yang lain dan perubahan umat Islam dari
satu fase ke fase yang lain.
Tingkatan amal dan tujuan yang dituntut
dari seorang yang tulus adalah:
- Perbaikan
diri sendiri/individu: menjadi orang yang kuat fisiknya, kokoh akhlaknya,
luas wawasannya, mampu mencari penghidupan, selamat akidahnya, benar
ibadahnya, pejuang bagi dirinya sendiri, penuh perhatian akan waktunya,
rapi urusannya dan bermanfaat bagi orang lain.
- Pembentukan
keluarga muslim/rumah tangga
- Bimbingan
masyarakat/masyarakat muslim
- Pemerintahan:
memperbaikinya sehingga menjadi pemerintah islam yang baik.
- Daulah
Islamiyah: daulah yang meminpin negara-negara Islam dan menghimpun ragam
kaum muslimin.
- Tegaknya
Daulah dan Khilafah Islamiyah: semua negara Islam harus bebas dari
cengkeraman kekuasaan asing
- Dunia
seluruhnya hanya tunduk kepada Allah Ta’ala: daulah islamiyah itu
mengibarkan panji-panji jihad dan dakwah, sehingga dunia seluruhnya akan
menjadi berbahagia dengan ajaran-ajaran Islam.
Tentang Sarana untuk mewujudkan tujuan
tersebut adalah:
- Sarana pada
tujuan pertama: sarana untuk membentuk pribadi muslim ini ada tiga, yaitu:
murabbi (pembina), manhaj (sistem) dan lingkungan yang sehat.
- Sarana pada
tujuan yang kedua: terwujudnya rumah tangga muslim, harus memberikan
perhatian yang besar terhadap persoalan rumah tangganya.
- Sarana pada
tujuan ketiga: terwujudnya masyarakat muslim, terdiri dari tiga tahap,
yaitu: ta’rif (pengenalan), takwin (pembinaan) dan tanfidz (penerapan).
- Sarana pada
tujuan keempat: menegakkan pemerintahan Islam di setiap negeri. Ustadz
Hasan Al-Banna lebih mendahulukan kekuatan akidah, iman, persatuan dan
ikatan hati sebelum kekuatan lainnya.
- Sarana pada
tujuan kelima: terwujudnya negara Islam inti. Menegakkan sebuah negara
Islam yang besar, yang memiliki kekuatan pengaruh dalam bidang politik,
ekonomi, dan teknologi di sebagian besar wilayah bumi, atau di negara yang
memiliki wilayah teritorial luas.
- Sarana pada
tujuan keenam: menegakkan negara Islam yang tunggal atau menegakkan negara
kesatuan Islam yang menghimpun seluruh negara Islam yang tunduk dibawah
satu pucuk pimpinan pusat dan diketuai oleh seoarang imam. Sarananya yaitu
melangkah diatas mukadimah yang benar, yakni tegaknya kaidah-kaidah yang
benar, yang dari sanalah Islam diberbagai wilayah bertolak.
- Sarana pada
tujuan ketujuh: menegakkan negara Islam internasional yang berkah dan
rahmatnya menaungi semua bangsa di dunia. Sarananya yaitu beraktivitas terus
menerus yang sesuai dan layak untuk memastikan bahwa dunia akan menerima
dakwah ini.
Tahapan-tahapan Dakwah:
1.
Ta’rif:
menyebarkan fikrah Islam di tengah masyarakat. Sistem dakwah untuk tahapan ini
adalah sistem kelembagaan
2.
Takwin:
melakukan seleksi terhadap anasir positif untuk memikul beban jihad dan untuk
menghimpun berbagai bagian yang ada.
3.
Tanfidz: jihad,
tanpa kenal sikap plin plan, kerja terus menerus untuk menggapai tujuan akhir
dan kesiapan menanggung cobaan dan ujian yang tidak mungkin bersabar atasnya
kecuali orang-orang yang tulus.
Risalah Ta’alim dan Sendi-sendi
Pembentukan Pribadi Islami
- Fahm
(pemahaman): yakin bahwa fikrah kita adalah ‘fikrah islamiyah yang
bersih’.
- Ikhlas:
akhul muslim dalam setiap kata, aktivitas dan jihadnya harus dimaksudkan
semata-mata untuk mencari ridha Allah dan pahala-Nya, tanpa
mempertimbangkan aspek kekayaan, penampilan, pangkat, gelar, kemajuan atau
keterbelakangan.
- Amal
(aktivitas): buah dari ilmu dan keikhlasan
- Jihad:
sebuah kewajiban yang hukumnya tetap hingga hari kiamat.
- Tadhiyah
(pengorbanan): pengorbanan jiwa, harta, waktu, kehidupan dan segala
sesuatu yang dipunyai oleh seseorang untuk meraih tujuan.
- Taat:
menunaikan perintah dengan serta merta, baik dalam keadaan sulit maupun
muda, saat bersemangat maupun malas.
- Tsabat
(keteguhan): seorang hendaknya senantiasa bekerja sebagai mujahid dijalan
yang mengantarkan pada tujuan, betapapun jauh jangkauannya dan lama
masanya hingga bertemu dengan Allah dalam keadaan yang tetap demikian.
- Tajarrud
(kemurnian): membersihkan pola pikir dari prinsip nilai dan pengaruh
individu yang lain, karena ia adalah setinggi-tinggi dan selengkap-lengkap
fikrah.
- Ukhuwah (persaudaraan):
terikatnya hati dan ruhani dengan ikatan aqidah. Aqidah adalah
sekokoh-kokoh dan semulia-mulianya ikatan.
- Tsiqah (kepercayaan):
rasa puasnya seorang tentara atas komandannya, dalam hal kapasitas
kepemimpinannya maupun keikhlasannya, dengan kepuasan mendalam yang
menghasilkan perasaan cinta, penghargaan, penghormatan dan ketaatan.
Sabtu, 07 Juli 2012
Sabar
Ku pejamkan mata
Kuberjalan menyusurinya
Perlahan
Kurasakan nyeri
ditelapak dan pergelangan kakiku
Batu-batu, kerikil dan tanah itu
Tapi aku tetap melajutkan perjalanan
Ku tetap percaya dan mendengarkan arahan-arahan itu
Panjang
Sakit
Penuh onak, batu, kerikil dan berbagai macam hal yang
hampir-hampir membuatku menyerah
Menyerah dan ingin lari kebelakang
Aaahh....
ku harus bertahan
Bersabar
Perjalanan ini memang sangat panjang
Bersabarlah atas rasa sakit yang kini dirasakan
Karena sesungguhnya kita sedang menuju tempat yang indah
Ku buka mata
Kulihatnya begitu indah
Rasa sakit itu kini terbayar sudah
Minggu, 17 Juni 2012
Senyum itu
Senyum itu senyum penuh makna
Senyum penuh bahasa
Bahasa kasih sayang
Walau hanya sebuah senyuman singkat
Tapi manis terasa
Seperti embun yang menetes bening dihati ini
Tatapan itu tatapan penuh arti
Tatapan penuh cinta
Walau hanya sesaat
Seakan berbicara
Membuat hati ini..
Bahagia..
Hari Pertama Kuliah
Bismillah
Saat itu kutulis kisah ini pada Senin 31 agustus 2009 pukul 14.59 WIB
Hari Pertama ku Kuliah di UNJ Rawamangun
Pukul 07.50 saya sudah sampai dikampus UNJ Rawamangun. Niatnya mau ke kosan dulu karena membawa barang yang tidak mungkin dibawa ke kelas. Berat.
Dipintu belakang UNJ saya bertemu dengan ka Latifah seangkatan tapi beliau aslinya angkatan 07, telah melalang buana selama 2 tahun ini. Saya telah menolak untuk ditemani kekosan karena masuk mata kuliah jam pertama, 08.00 WIB. Akhirnya ditemani juga, tak ada teman katanya, maklum masuk kuliah hari pertama.
Keluar sudah dari gerbang UNJ belakang, yang dikenal pintu Labschool, jalan raya begitu ramai, biasalah pagi-pagi dimanapun memang begitu, hari senin pagi pula, hari pertama masuk kerja setiap pekannya. Ka Latifah mengajak untuk nyebrang langsung tanpa jembatan penyebrangan, buru-buru katanya. Saya menolak, selain tidak aman ini merupakan pesan mama untuk nyebrang menggunakan jembatan. Penyebrangan pertama kami masih selamat walaupun diklakson-klakson oleh mobil dan motor. heboh. Pada penyebrangn kedua, arus kendaraan terlihat lebih ramai dan cepat, kami mulai menyebrang, ka Latifah yang menuntun. Saya punya filling sesuatu nih
Praangg..
*salah salah, itu suara piring pecah :P
Kami tertabrak..
Tertabrak motor, kami terjatuh plus pengendara tersebut. Alhamdulillah.. ALLAH masih memberikan kami kesempatan untuk hidup. Ka Latifa cidera di bagian kepala, tangan dan betis. Saya benar-benar shock..
ALLAH… hamba takut terjadi apa-apa dengan ka Latifah dan pengendara motor itu, pengendara motor itu sengaja menjatuhkan motor nya ketika tepat di samping kami (klo dibola kya di LADING TEKEL gt, haha bener g y tulisannya :P ). Seandainya tidak, mungkin kami telah tertabrak dengan dahsyat bahkan terseret jauh atau terjadi kecelakaan beruntun.. naudzubillah..
Alhamdulillah.. ALLAH masih sangat sayang kepada kami, saya tidak tahu apakah bapak-bapak itu mengalami cedera atau tidak. Yang terlihat, papan nomor motornya terlepas, sepatu saya dua-duanya terlepas di TKP, tepat dibawah motor tersebut. Saya hanya cidera di siku tangan kanan. bengkak. Tak separah ka latifah, beliau berdarah dikepala sebelah kiri, lecet di siku kanan, bengkak di betis :(
Ya Rabb maafkan hamba..
Kami dimarahi sedikit oleh pengendara motor itu dan beberapa warga, kami bersalah banget Ya ALLAH, ini salah kami yang cukup nakal. nyesel. Jangan dicontoh. cukuplah kami ya teman2.. ^_^
Kembalinya ke UNJ, kami langsung menuju poliklinik UNJ, mengaret sedikit masuk kuliah, padahal hari pertama. Yang ada dipikiran kami adalah periksa. Khawatir terjadi apa-apa dengan kepala ka Latifah. Poliklinik buka jam 10.00 WIB. Sedangkan ketika itu jam masih menunjukkan pukul 09.00 kurang. Kami putuskan untuk masuk kuliah, pelajaran istima untuk kelas A. setelah selesai saya baru tahu kalau saya masuk ke kelas B. Salah masuk kelas rupanya. Akhirnya jam selanjutnya saya tidak masuk kelas, Karena kelas saya masuk mata kuliah istima.
Kami kembali lagi ke poliklinik ditemani Nuura, tapi ternyata dokter umumnya belum datang, udah gitu tidak ada dokter umum akhwat alias wanita. Kembali ke FBS, saya mencoba beranikan diri untuk bertanya ke kakak kelas ikhwan.. ka Farid namanya angkatan 08, fiuh.. bisa juga.. diutuslah ka Sarah untuk menemani kami ke KSR, semacam PMR UNJ. Diperiksa dan diobati. Alhamdulillah luka kami berdua tidak begitu parah…
Pelajaran yang amat berharga… ^___^
Indahnya Ukhuwah
Tentang sebuah persaudaraan
Persaudaraan Islam
Ukhuwah Islamiyah..
Persaudaraan memberi sebuah keoptimisan
Motivasi untuk tetap istiqomah..
Berjuang bersama
Saling mengingatkan dalam kebaikan
Saling menguatkan dikala diri rapuh tak berdaya.
Inilah indahnya sebuah persaudaraan yang dilandasi cinta karenaNya
Persaudaraan yang dipenuhi bunga-bunga cinta
Dan disejukkan dengan hembusan kata-kata cinta
Cinta yang senantiasa bersemi di hati-hati kami
Rindu masa-masa berjuang bersama
Rindu melepas suka maupun duka
Rindu ketika mendiskusikan kondisi ladang-ladang dakwah yang masih butuh perhatian ekstra…
Sahabat perjuangan,,
Jangan pernah menyerah dan jangan pernah menyesal karena kita telah memilih jalan ini
Jalan yang sepi lagi terjal penuh rintangan.
Senantiasa barukan niat kita
Agar tak hilang orientasi dan lupa tujuan.
Ladang dakwah ini masih perlu digarap
Tetap semangat saudari-saudariku
Kalian bagaikan anak panah yang siap diluncurkan demi satu tujuan.
ILLAHI ROBBI.
KUATKAN KAMI
ISTIQOMAHKAN KAMI
LURUSKAN NIAT KAMI
Agar senantiasa ENGKAU ridhoi dan rahmati…
Agar senantiasa kami rasakan indahnya jatuh cinta..
Indahnya persaudaraan islam..
Ukhuwah islamiyah
Kosan
Ku coba tuk telusuri kembali jejak jejak yang pernah ku goreskan disini
Tak banyak berubah…
Menghadirkan kembali memori itu..
Memutar video masa lalu..
Sambil sesekali tersenyum..
Siang itu…
Bagaikan langit sore..
Mendung..
Sesekali angin menyentuh halus jilbabku..
Sejak kemarin hingga hari ini Jakarta gerimis..
Membuatku semakin rindu…
Kusisiri jalan gang-gang kecil itu..
Menuju sebuah rumah kecil di dekat kampus..
Hingga sampailah aku disebuah kos kosan ..
Ku kembangkan senyum..
Ku tapaki satu demi satu anak tangga..
Ooohhhh… makin berdebar hatiku
Hmm..
Ku ingin nikmati hujan disini…
Rabb…
Sampaikan salam rindu ku untuk mereka.. ^^
*Kosan Cah Ayu
Minggu, 03 Juni 2012
Syukur
Waktu terus berjalan, meninggalkan goresan
goresannya. Tanpa pernah berdaya aku untuk menghentikan, menunda atau bahkan
memutar ulang setiap episode-episode kehidupan.
Suasana pagi hari ini tampak begitu lengang dan
sepi, yang terdengar hanya suara deruman kendaraan bermotor dan angin yang
menerbangkan debu dan sampah dijalanan.
Ku masih juga disini, berdiri seorang diri, di halte
tempatku biasa menanti bis yang akan mengantarkanku menuju kampus tercinta
untuk menuntut ilmu.
Perasaan bosan mulai merasuki pikiranku, rasa kantuk
pun menggelayuti kelopak mata yang tadi malam hanya tidur selama 2 jam lantaran
mengerjakan tugas kuliah, Sistem Kebut Semalam. Sesekali kudesahkan nafas
panjang, berjalan mondar-mandir. Menanti dirinya yang tak kunjung datang.
“haaa lama sekali” keluhku
Waktu sudah menunjukkan pukul 7.30 sedangkan kuliahku
masuk jam 8.00, maka kuputuskan untuk naik bis jurusan lain, yaa walaupun harus
menyambung angkot lagi nanti, tapi biarlah yang penting aku segera sampai
kekampus.
Ku berjalan setengah berlari mengejar bis berwarna
merah itu
hup...
Ku naiki tangga demi tangga bis dengan nafas yang
masih memburu hebat, mata ku pun mencari-cari bangku kosong yang belum
berpenghuni, pandanganku jatuh pada bangku barisan kedua dari depan, segera ku
menyongsongnya dengan cepat, khawatir kesambar orang.
“Alhamdulillah bisa dapet duduk” ucapku, masih
dengan nafas yang terengah-engah dan kucoba untuk atur irama nafasku.
“Alhamdulillah”
Terdengar suara lembut itu berasal dari bangku sebelah,
dia kembangkan senyum melihatku, aku pun membalas senyumannya. Seorang gadis
muda yang sepertinya sebaya denganku. Wajahnya begitu teduh dan senyumannya
begitu menentramkan.
“Segala Puji bagi Allah yang menciptakan sebaik-baik
bentuk” batinku
Kami pun berkenalan, berbagi cerita. Hanyut dalam
diskusi panjang yang menyenangkan.
Namanya Ratna, dia seorang mahasiswi semester 8
disebuah universitas negeri di Depok tak jauh dari kampusku. Universitas Impian
kata beberapa teman kampusku. Umur kami pun tidak terpaut jauh, hanya beda 2
tahun.
Aku begitu kagum dengan ka Ratna, dia cantik,
cerdas, berwibawa dan murah senyum. Kata-kata yang keluar dari bibirnya begitu
mengagumkan, dia mampu mempengaruhi siapa saja yang dia ajak bicara.
Aku iri melihat ka Ratna, dia begitu perfect.
Laki-laki mana yang tidak suka padanya. Walau sangat cantik, ka Ratna tidak
mengumbar-ngumbar auratnya, dia tutupi dengan pakaian takwa, tanda kehormatan
seorang wanita. Jilbabnya begitu rapi menutup seluruh tubuhnya, kecuali muka
dan telapak tangan.
Bis pun melaju kencang dengan gagahnya menerobos
guyuran hujan yang baru saja turun membasahi kota Depok.
Kupamit pada ka Ratna untuk turun duluan, kami
berjabat tangan dan saling tersenyum. Sikapnya begitu hangat.
Lepas turun dari bis, ku naik angkot menuju kampus,
jam sudah menunjukkan pukul 08.15. Aku telat lagi.
Selama diangkot aku baru sadar kenapa tadi tidak
meminta nomor HP ka Ratna ya, bagaimana ku bisa menghubunginya. Semoga bisa
bertemu dengannya kembali di lain waktu.
***
Beberapa hari kemudian...
Kali ini aku sengaja untuk naik bis merah itu lagi,
berharap bisa bertemu dengan ka Ratna. Ku lemparkan pandangan menyapu setiap wajah-wajah
yang ada di hadapanku, tak ku jumpai sosoknya di bis pagi ini.
Ku cari bangku didekat jendela, tempat favorit
setiap penumpang menurut ku. Karena di dekat jendela banyak sisi kehidupan yang
bisa kita saksikan. Selain bisa melihat indahnya alam kita pun dapat
menyaksikan kehidupan anak-anak jalanan, orang-orang yang berjuang
mempertahankan hidup di tengah kerasnya kehidupan, dan kehidupan-kehidupan
lainnya yang banyak memberikan pelajaran dan inspirasi. Inilah salah satu
nikmat yang dirasakan oleh orang-orang yang hobi nya jalan-jalan
sepertiku.
Ditengah ku sedang menikmati pemandangan yang ada
dibalik jendela, tiba-tiba mataku tertuju pada seorang perempuan yang berjalan
dengan terseok-terseok menggunakan tongkat untuk menyangga tubuhnya, dia hanya
memiliki satu kaki. Sosoknya makin jelas dipandanganku dan sepertinya aku tidak
asing dengan wajahnya. Kulihat ia menaiki bis yang kutumpangi, ku perjelas
penglihatanku, dan dapat ku pastikan, itu ka Ratna.
“Assalaamu’alaikum ka Ratna” ku sapa dirinya
“Wa’alaikumussalaam warohmatullaah” jawabnya sambil
tersenyum
Ku ajak ia duduk disamping ku, sambil membantunya
untuk duduk dan menaruh tongkatnya dibawah bangku. Seperti biasa, wajahnya
penuh semangat dan ceria.
Walau aku baru bertemu dengan ka Ratna sekali, tapi
aku merasa begitu dekatnya dengannya, inilah ruh-ruh yang diakrabkan oleh iman,
saudara semuslimku
“Ga nyangka y kita bisa ketemu lagi..” ucapnya ramah
“Iya ka Alhamdulillaah” ujarku
“Kamu kaget ga ngeliat aku seperti ini?” tanya nya
“eh..emm iii iya ka” jawabku gugup, tidak menyangka
ka Ratna bertanya seperti itu
“Aku begini sejak SMA Han, waktu itu aku mengalami
kecelakaan motor yang menyebabkan salah satu kaki ku harus diamputasi. Awalnya
aku begitu terpuruk melihat kondisi ku saat itu. Perasaan kesal, ingin marah dan
semua harapan serta mimpi-mimpi ku rasanya sirna, sirna karena aku tak memiliki
satu kaki. Aku sering menangis dan menyesali diri mengapa ini terjadi padaku.”
Ucapnya dengan suara yang bergetar
“Tapi ternyata banyak orang-orang yang menghiburku, teman-teman,
adik kelas dan guru-guru di SMA yang terus memberiku semangat. Tidak ada yang
menjauh, terlebih orang tua dan keluarga ku terus memotivasi dan membantu aku
untuk bangkit kembali, Alhamdulillah dari ini semua aku belajar untuk bersyukur
atas semua nikmat yang telah diberikan Alloh untukku. Benar saja ketika kita
bersyukur maka Alloh akan menambahkan nikmat-nikmatNya, setelah lulus dari SMA aku
masuk di Fakultas Kedokteran di universitas idaman hampir seluruh siswa
disekolah ku, menjadi mahasiswa berprestasi, dan kini beasiswa Jepang telah
menantiku setelah lulus nanti dari Fakultas Kedokteran, serta nikmat-nikmat
lainnya yang tak terhitung yang didapatkan oleh ku dan tidak didapatkan orang
lain. Alloh memang tak pernah mendzolimi hambaNya. Keterbatasan ini tidak
membatasi ku untuk melakukan aktivitas, bahkan aku tambah semangat untuk
memberikan manfaat yang sebanyak-banyaknya bagi orang-orang disekitarku.”
Lanjutnya penuh semangat
Aku benar-benar terenyuh mendengar kisah ka Ratna,
beliau sangat tegar menghadapi persoalan hidup yang dialaminya. Awal bertemu ka
Ratna tak sedikit pun kulihat di wajahnya yang memendam kisah sepahit ini, tak
ada wajah muram karena tidak memiliki satu kaki, matanya menunjukkan tatapan
yang optimis dan penuh percaya diri, bentuk kesyukurannya yang ia buktikan kepada
Alloh yang Maha Penyayang.
Terlebih seharusnyalah aku yang harus banyak-banyak
bersyukur, aku masih memiliki dua pasang kaki untuk berjalan, dua tangan untuk memberi
dan membantu sesama, dua buah bola mata untuk melihat tanda-tanda kebesaranNya,
dua lubang hidung untuk menikmati oksigen yang Alloh kasih gratis untuk setiap
hamba-hambaNya, satu buah mulut untuk memujiNya dan masih banyak nikmat-nikmat
lainnya yang Alloh berikan untukku. Tapi aku sering mengeluh dan tak pandai bersyukur.
Maka tidak ada yang membuatku tidak pede atau
membatasi ku untuk menunjukkan potensi dan prestasiku, aku harus percaya diri
untuk melakukan kebaikan-kebaikan, aku harus membuktikan rasa syukur ku pada
Alloh, biarkanlah trauma dimasa kecil menjadi kenangan dan pelajaran berharga
untukku.
Dari ka Ratna aku belajar banyak hal, pelajaran
hidup yang membuat ku makin hidup, Ka Ratna seperti seorang kakak, sahabat
sekaligus pendidik bagiku.
Semoga Alloh meridhoi ukhuwah kita ^_^
Senin, 14 Mei 2012
Resume Buku Fiqih Da'wah
Bismillah wal Hamdulillah wash Shalatu was
Salamu ‘Ala Rasulillah wa ‘Ala Aalihi wa Ashhabihi wa Man waalah, wa ba’d
Bulan ini Alhamdulillaah mendapatkan
kesempatan untuk kembali membuat resume buku, dan kali ini yang akan diresume
adalah buku “Fiqih Da’wah, Maudhu’at fi ad-Da’wa al-Harakah” yang ditulis oleh
Ustadz Sayyid Quthb.
Pada buku Fikih Dakwah ini akan kita dapati
beberapa point-point penting yaitu, pertama Alquraan Sebagai Pedoman Dakwah,
kedua Ibadah, ketiga Perang Uhud, keempat Doktrin
Pergerakan dalam Sejarah Manusia, kelima Bentuk Konsep Gerakan Islam
Langkah-langkahnya dan Tingkatannya, keenam Puncak Gerakan, ketujuh
Batas Hubungan Terakhir Antara Masyarakat Islam dan Ahli Kitab, kedelapan
Bekal Perjalanan.
Insyaa Allah disini yang akan diresume atau
mungkin lebih tepatnya merangkum :D buku Fikih Da’wah pada bagian pertama dan
kedua.
1. Alquraan Sebagai Pedoman Dakwah
Alquraan merupakan sebuah kitab
dakwah. Yang memiliki ruh pembangkit. Yang berfungsi
sebagai penguat. Yang menjadi tempat berpijak. Yang berperan sebagai penjaga,
penerang dan penjelas. Yang merupakan suatu undang-undang dan konsep-konsep
global. Dan merupakan tempat kembali satu-satunya bagi para penyeru dakwah
dalam mengambil rujukan dalam melakukan kegiatan dakwah, dan dalam menyusun
suatu konsep gerakan dakwah selanjutnya.
Alquraan memiliki potensi yang
dinamis sebagaimana alam semesta ini. Alam merupakan kitab Allah yang dapat
dilihat, sedangkan Alquraan merupakan kitab Allah yang dapat dibaca. Keduanya merupakan
satu kesaksian dan bukti atas dzat Pencipta, sebagaimana keduanya merupakan
wujud kreasi (ciptaan) di alam ini dengan segala rahasianya, yang senantiasa
bergerak dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan apa yang telah ditentukan
oleh Allah.
Dan Alquraan tetap berbicara pada
keaslian dan hakikatnya, tidak pernah mengalami perubahan dan pergantian
didalamnya. Karena itu Alquraan memiliki potensi besar dalam menghadapi
kenyataan kehidupan sekarang dan masa akan datang.
Alquraan Sebagai Petunjuk. Sesungguhnya
Alquraan ini merupakan pandangan yang dapat memberikan petunjuk dan merupakan
rahmat yang melimpah ruah buat orang-orang yang mempercayainya. Dan kebaikan
yang ditimbulkan oleh Alquraan secara menyeluruh akan tetap terjaga.
“Alquraan ini adalah merupakan
bukti-bukti yang nyata dari Tuhanmu, (Juga sebagai) petunjuk dan rahmat bagi
orang-orang yang beriman.”
(QS. Al-A’raf, 7:203)
Alquraan akan tetap menjadi naungan bagi segala usaha
yang dilakukan oleh kaum Muslimin. Ini adalah berkat kebenaran kitab suci itu
sendiri. Alquraan adalah satu-satunya sumber bimbingan dan penyuluhan melalui
Alquraan itulah yang dapat menanti janji Allah untuk mewujudkan satu kemenangan
dan sanggup mengatasi segala kemungkinan tipu daya yang memojokkan, baik berupa
pembunuhan, peperangan ataupun kerusakan lainnya. Dan sekali Alquraan ini ada,
selamanya akan tetap ada.
Kebenaran Alquraan dan Pandangan Ilmu
Pengetahuan. Kebenaran Alquraan adalah kebenaran terakhir yang qath’i
(pasti) dan mutlak. Sedangkan apa yang dicapai manusia dalam pembahasannya
semata-mata hanyalah sebagai sarana baginya yang pada hakikatnya bukanlah
merupakan “kebenaran akhir” dan bukan “kebenaran qath’i”.
Kasih Sayang Se-Akidah. Sesungguhnya akidah merupakan
satu kesatuan dari ketentuan-ketentuan manusia yang prinsip yang dapat
membedakannya dari alam binatang.
2.
IBADAH
Ibadah Hanya Kepada Allah. Sesungguhnya tauhid uluhiyah (ketuhanan),
tauhid Rububiyah (ketuhanan), tauhid qawamah (keteguhan,
kekokohan), tauhid mashdar syari’ah (mentauhidkan sumber hukum) dan
mentauhidkan arah yang mengharuskan manusia beragama dengan agama yang sempurna
(Islam). Adalah menyebabkan para Rasul berhak diutus untuk melaksanakan
kegiatan-kegiatan dan dakwah demi untuk mewujudkan ketauhidan tersebut.
Bahwa katauhidan beribadah dan beragama kepada Allah
semata, itu berarti menolak beribadah kepada selain Allah, yang memiliki
konsekuensi besar agar ia melakukan usaha untuk memelihara manusia dari
melakukan pengorbanan terhadap tuhan-tuhan paslu itu, dan agar ia dapat
melakukan konsentrasi penuh untuk membangun bumi ini, juga memperbaiki dan
meningkatkan taraf kehidupannya penghuni bumi ini.
Sebenarnya telah jelas ketentuan-ketentuan yang ditujukan
oleh Alquraan secara global, bahwa permasalahan-permasalahan beragama dan
mengikuti pencipta hukum yang menjelaskan mengenai ibadah adalah permasalahan
Akidah, Iman dan Islam. Bukan permasalahan paham atau politik atau
undang-undang.
Fikih Harakah dan Fikih Auraq (Fikih Pergerakan dan Fikih Stereotype). Dewasa ini orang-orang mengambil nash-nash dan hukum-hukum yang telah dibukukan, tanpa mengetahui kedua hakikat tersebut dan tanpa melihat situasi dan kondisi yang menyebabkan nash-nash itu diturunkan serta perkembangan hukum-hukumnya. Sedang hukum-hukum itu sendiri dihidupkan dan dipakai oleh orang-orang dalam pelaksanaannya.
Fikih Harakah dan Fikih Auraq (Fikih Pergerakan dan Fikih Stereotype). Dewasa ini orang-orang mengambil nash-nash dan hukum-hukum yang telah dibukukan, tanpa mengetahui kedua hakikat tersebut dan tanpa melihat situasi dan kondisi yang menyebabkan nash-nash itu diturunkan serta perkembangan hukum-hukumnya. Sedang hukum-hukum itu sendiri dihidupkan dan dipakai oleh orang-orang dalam pelaksanaannya.
Fikih Harakah (Fikih Pergerakan) secara mendasar berbeda
sekali dengan Fikih Auraq (“Fikih Stereotype”, “Fikih Kerobot”), yang asal
pengambilan dan tempat pijaknya secara bersama-sama adalah nash-nash, sedang
fikih auraq hanya mengambil dari nash-nash yang ada.
Inilah satu-satunya jalan; tidak ada disana jalan lain,
juga tidak ada disana jalan yang lebih mudah untuk melakukan
perubahan/perombakan terhadap rakyat secara menyeluruh dengan Islam, sejak awal
kemunculan dakwah dengan lisan dan dengan penjelasan hukum-hukum islam. Namun,
ini hanyalah sebagai “cita-cita” belaka! Sebab, rakyat masih tetap tidak mau
dirubah/dipindah/dibawa dari kejahiliyahan dan menyembah ssetan-setan, kepada
Islam yang hanya menyembah Allah Yang Maha Esa, kecuali harus melalui jalan panjang
yang didalamnya dakwah Islam tetap berjalan dan diserukan dalam setiap
kesempatan.
“Yaitu, dimulai dari individu, lalu diikuti oleh generasi perintis/penerus. Generasi perintis/penerus ini kemudian bergerak menghadapi kejahiliyahan untuk membantu apa yang perlu dibantu, sehingga Allah menghukumi diantara mereka dan kaumnya dengan kebenaran, dan memberikan kemungkinan-kemungkinan kepada generasi perintis/penerus diatas bumi, dan kemudian
“Manusia
masuk agama Allah dengan berbondong-bondong.”
(QS.
An-Nashr, 100:2)
Dan agama Allah itu merupakan konsep Syariat dan
undang-undang yang tidak merelakan manusia beragama dengan selainnya:
“Barangsiapa
mencari agama selain agama Islam, maka ia tidak akan diterima (agama itu)
daripadanya”
(QS.
Ali Imran,3:85)
Alquraan dan Ash Sunnah merupakan pedoman kita dalam
berdakwah. Alquraan sebagai petunjuk yang merupakan sumber ilmu pengetahuan,
pendidkan dan pengarahan. Sehingga menjadi tempat kembali bagi penyeru dakwah
dalam mengambil rujukan untuk melakukan kerja-kerja besar dakwahnya. Yang senantiasa
dekat dengan Alquraan membacanya,
menekuninya, mentadaburinya dan mengamalkannya, sehingga lahirlah pribadi-pribadi
tangguh yang Qurani. Dakwah kita menyeru manusia kepada tauhid, bahwa inti dari
ajaran islam adalah mentauhidkan Allah, yaitu meng-ESA-kan Allah, beribadah hanya
kepada Allah Ta’ala.
Allahu ghoyatuna
ArRasul qudwatuna
Alquraan dusturuna
Al jihadu sabiluna
Al mautu fisabilillaah
Semoga yang sedikit ini dapat bermanfaat dan dapat
menjadi setruman untuk kita senantiasa belajar dan haus akan ilmu pengetahuan,
berharap pembaca dapat membaca utuh buku yang dapat menginspirasi dan
menggerakkan ini, baik dengan membelinya, meminjamnya maupun mencari E-booknya.
Wallaahu
a’lam
Langganan:
Postingan (Atom)